Hyundai Motor akan bangun pabrik mobil pada Arab Saudi

Jakarta – Produsen mobil terbesar Korea Selatan Hyundai Motor Co., mengumumkan bahwa merekan sudah pernah menandatangani kesepakatan kemitraan dengan Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) untuk membangun pabrik perakitan mobil pada tempat negara Timur Tengah tersebut.

Dalam kesepakatan yang dimaksud ditandatangani pada hari Minggu (22/10) pada Riyadh, kedua belah pihak akan berinvestasi bersama tambahan dari 500 jt dollar AS (Rp7,9 triliun) untuk mendirikan pabrik unit knockdown lengkap di tempat dalam Kota Ekonomi Raja Abdullah di dalam dalam wilayah barat Arab Saudi, dengan tujuan memulai produksi komersial pada paruh pertama tahun 2026.

Kesepakatan ini diumumkan dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol ke Arab Saudi. Pabrik ini akan menjadi pabrik mobil Hyundai pertama dalam Timur Tengah.

Menurut perusahaan, pabrik ini akan mempunyai kapasitas produksi tahunan sebanyak 50.000 kendaraan listrik serta bermesin bensin. PIF akan mempunyai 70 persen saham dalam kemitraan ini, sementara Hyundai akan mempunyai 30 persen sisanya.

Sebagai bagian dari strategi pemerintah Arab Saudi dalam Visi Saudi 2030, negara yang mana disebut secara bergerak mengupayakan pengembangan industri otomotif, dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan berat pada industri minyaknya.

Hyundai juga telah dilakukan dilaksanakan menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Institut Teknologi Otomotif Korea Air Products Qudra, serta Perusahaan Transportasi Publik Saudi atau SAPTCO untuk mengembangkan kemudian mendirikan lingkungan mobilitas hidrogen di tempat tempat Arab Saudi.

Air Products Qudra adalah perusahaan patungan antara Air Products, perusahaan gas industri global berbasis pada area Amerika Serikat lalu Qudra Energy, startup energi Arab Saudi. SAPTCO mengoperasikan bus dalam negeri serta rute internasional ke negara tetangga, termasuk Uni Emirat Arab serta Mesir.

Dalam MOU ini, para pihak berencana untuk bekerja sebanding dalam berbagai bidang, termasuk penciptaan lingkungan mobilitas hidrogen dan juga juga menjalankan proyek percobaan untuk bus listrik berhidrogen serta berkolaborasi dalam program penelitian yang tersebut digunakan didukung pemerintah terkait. Demikian disiarkan Yonhap, Senin.