Kalimantan Jawa Gas bangun kerja identik pengembangan Lapangan Lengo
Kerja identik ini merupakan bentuk dukungan KJG sebagai alternatif pengembangan Lapangan Lengo.

Jakarta – PT Kalimantan Jawa Gas (KJG), bagian dari PGN Subholding Gas Pertamina, membangun kerja identik pengembangan Lapangan Lengo yang terletak di dalam dalam perairan Bulu, Jawa Timur.

Penandatanganan nota kesepahaman untuk kerja sejenis hal yang telah lama lama dijalani antara Direktur KJG R Mohamad Edwin juga General Manager AWE (Satria) NZ Ltd Hendra Jaya.

"Kerja mirip ini merupakan bentuk dukungan KJG sebagai alternatif pengembangan Lapangan Lengo," kata Edwin dalam keterangannya pada Jakarta, Selasa.

KJG, yang dimaksud miliki pipa transmisi dalam Laut Jawa akan menyalurkan gas yang tersebut ke onshore receiving facility (ORF) atau infrastruktur penerima gas bumi miliknya pada Semarang, Jawa Tengah.

AWE (Satria) NZ Ltd, sebagai kontraktor kontrak kerja identik (KKKS) nonoperator akan bekerja sebanding dengan operator Bulu PSC, mengembangkan komersialisasi Lapangan Lengo.

Kerja mirip tersebut, tambah Edwin, juga memberikan kesempatan kepada PGN Group untuk terlibat serta dalam melakukan pengembangan lapangan gas.

"KJG sebagai perusahaan transportasi gas yang mana digunakan berpengalaman kurang lebih tinggi tinggi 10 tahun, sudah mempunyai kapabilitas dalam mengelola serta mengoperasikan pipa gas. Dengan alasan tersebut, kami merasa optimis bahwa kerja mirip ini akan berkembang kemudian berjalan dengan lancar kemudian juga berharap dapat terealisasikan segera," ujarnya.

Dengan semakin berkembangnya kerja mirip kegiatan usaha itu, Edwin pun berharap ke depan akan semakin banyak perusahaan yang dimaksud berkolaborasi dengan KJG, demi menyokong program penyediaan clean and sustainable energy, khususnya untuk daerah Semarang kemudian Jawa Tengah.

KJG sebagai perusahaan transportasi gas, mempunyai juga mengoperasikan infrastruktur pengangkutan gas bumi pipa transmisi sepanjang 200 km berdiameter 14 inci.

Pipa yang digunakan menghubungkan sumber gas dari Lapangan Kepodang, Wilayah Kerja Muriah, dengan sarana ORF milik KJG pada Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.

Peran KJG saat ini adalah sebagai pengangkut kebutuhan gas ke sektor kelistrikan yang tersebut mana melayani PT Indonesia Power kemudian memenuhi kebutuhan gas untuk industri Jawa Tengah, dengan total penyaluran gas sebesar 10-25 BBTUD.

KJG juga terlibat serta dalam memenuhi kebutuhan gas yang hal itu bersumber dari sumur gas Kepodang milik Saka Energi Muriah ke ORF KJG Tambak Lorok yang dimaksud dimaksud diutilisasi untuk memenuhi kebutuhan SPBG, distribusi PGN dalam area sektor kelistrikan, industri, komersial, juga rumah tangga sebesar 12 MMSCFD.

Sejak 2022, pipa KJG menyalurkan gas ke SPBG di tempat area Jawa Tengah lalu Jawa Timur sampai 2024 dengan volume 4 MMSCF sesuai Kepmen ESDM No 9K Tahun 2022.

Sejalan dengan upaya Subholding Gas Grup Pertamina, menurut Edwin, KJG siap menjadi perusahaan yang digunakan melayani kebutuhan gas bumi sebagai energi transisi melalui berbagai layanan yang tersebut dimaksud sedang maupun sudah pernah diupayakan ke seluruh pelanggan, pemangku kepentingan, kemudian masyarakat.