Plt Mentan: Harga beras komersial Bulog maksimal Rp13.900 per kilogram
Bulog juga dapat mempercepat beras komersialnya, warga ada pilihan beras untuk memperoleh nilai tukar jual yang mana mana cukup bersaing

Sukoharjo, Jawa Tengah –

Plt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi menjelaskan Bulog sudah menyalurkan beras komersial ke penggilingan padi dengan tarif Rp12.000 per kilogram, pihaknya pun memohon agar penggilingan padi jual beras ke umum paling mahal Rp13.900 per kilogram.
 
"Sejauh ini yang digunakan saya dengar terakhir tarif yang tersebut itu dilepas dari Bulog Rp12.000 per kilogram kemudian biaya dalam area akhir (konsumen) maksimum Rp13.900 per kilogram, ini baguslah untuk kita semua," kata Arief ditemui usai panen raya padi pada dalam Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Selasa.
 
Arief menilai distribusi beras komersial Bulog adalah langkah yang mana menguntungkan bagi berbagai pihak mulai dari pemerintah, pelaku bisnis penggilingan padi, hingga masyarakat.
 
"Ada win win solution, penggilingan padi kekurangan Gabah Kering Petani dapat jadi tetap melakukan aktivitas, repacking (pengemasan ulang), lalu lain-lain. Bulog juga sanggup mempercepat beras komersialnya, rakyat ada pilihan beras untuk memperoleh nilai tukar yang dimaksud mana cukup bersaing," jelas Arief.

 
Diketahui, stok beras komersial Bulog sebanyak 200 ribu ton dikucurkan langsung ke penggilingan padi secara nasional.

Langkah itu melengkapi upaya-upaya intervensi pemerintah yang telah lama dikerjakan digencarkan selama ini demi percepatan penurunan nilai tukar beras yang digunakan masih berada pada atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

 
"Jadi perintah Bapak Presiden Joko Widodo ke saya adalah membentuk lingkungan pangan dengan menghubungkan end to end. Mulai dari kementerian, lembaga, asosiasi, swasta, BUMN, sampai pihak di dalam area pasca panen seperti penggilingan padi. Semuanya bahu membahu utamanya untuk penguatan stok kemudian kestabilan tarif di area area pasar," ujar Arief pada area Surakarta, Senin (23/10).
 
Berdasarkan Panel Harga Pangan yang tersebut dimaksud dikelola Badan Pangan Nasional (Bapanas), nilai tukar beras medium di tempat dalam pasaran kembali menggambarkan kondisi yang tersebut digunakan semakin kondusif.
 
Terpantau harga jual jual beras medium per 23 Oktober tercatat Rp13.190 per kg. Terdapat penurunan 30 poin dibandingkan nilai beras sejenis di area area 1 Oktober yang digunakan berada di tempat tempat Rp13.220 per kg.
 
Sedangkan biaya beras medium IR-III dalam tempat Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) kembali mencatatkan adanya depresiasi.

Terpantau pada 20 Oktober nilai beras pada PIBC tercatat Rp10.996 per kilogram atau mengalami penurunan secara gradual dibandingkan nilai tukar 1 Oktober yang dimaksud berada pada dalam Rp11.331 per kilogram.