Plt Mentan panen raya juga tanam padi dalam dalam Sukoharjo
Ini yang digunakan harus kita dorong terus, mumpung ini masa tanam I mulai November-Desember, kita siapkan semuanya dengan baik

Sukoharjo, Jawa Tengah – Pelaksana tugas Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi melakukan panen raya serta tanam padi pada tempat Desa Kawangwuni Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa dalam rangka mengejar target produksi beras 35 jt ton pada 2024.

Arief mengungkapkan produksi beras tahun 2023 (ASEM) sebesar 30,9 jt ton, turun dibandingkan tahun 2022 sebesar 31,54 jt ton. Oleh sebab itu, kata Arief, Kementerian Pertanian menargetkan produksi beras 35 jt ton di tempat area tahun 2024, guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Jadi saya yakin percaya Insya Allah kalo kita kerjakan pertanian kita dengan benar, hitungan 35 jt ton tahun depan Insya Allah akan terlaksana," kata Arief ditemui usai melakukan panen raya padi pada Sukoharjo, Selasa.

Arief menyebutkan, pihaknya bersama semua pemangku kepentingan terus menggenjot serapan beras petani hingga Desember 2024.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, Badan Pangan Nasional bersama Perum Bulog terus melakukan langkah intervensi dengan membanjiri Pasar Induk Beras Cipinang dengan stok beras Bulog, sembari terus melaksanakan Gerakan Pangan Murah, penyaluran bantuan pangan beras secara masif, kemudian optimalisasi penyaluran beras beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pasar) dengan biaya Rp10.900 per kilogram," ungkap Arief.

Adapun serapan beras dari petani hingga saat ini sebesar 878.980 lalu stok beras di dalam tempat Perum Bulog per 23 Oktober 2023 sebesar 1.501.353 ton (termasuk beras komersial).

"Ini yang tersebut mana harus kita dorong terus, mumpung ini masa tanam I mulai November-Desember, kita siapkan semuanya dengan baik," ujar Arief.

Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) BPS amatan Agustus 2023, diproyeksikan luas panen September 790 ribu ha, luas panen Oktober 726 ribu ha, serta luas panen November 528 ribu ha.

Prognosa panen bulan Januari-November 2023 sebesar 9,87 jt ha dengan produksi 29,47 jt ton beras. Adapun besarnya konsumsi beras 28,00 jt ton beras, sehingga terdapat surplus 1,47 jt ton beras.